Postingan

Tips Anak Tantrum

Gambar
 Anak Tantrum? Bisa dibilang hampir semua orang tua yang memiliki anak kecil mengalami hal ini. Belum lagi jika memiliki anak usia balita lebih dari satu anak.  Aku sendiri diberikan kesempatan untuk berjeda dari anak pertama ke anak kedua. Tapi mode pola asuh awal ke anak-anakku garis besarnya aku samakan, walaupun secara praktiknya berbeda. Pola yang aku kuatkan adalah pengelolaan emosi. Aku mengambil cara menduduktenangkan anak ketika emosi dan menjadi tak terkontrol.  Tampaknya mudah menjalankan itu, namun di balik itu semua, yang perlu belajar adalah kita sendiri dengan peran sebagai ibu saat itu. Dengan menduduktenangkan anak, apakah kita tenang juga? Apakah kita bisa mengelola emosi kita sendiri? Apakah kita membiarkan pikiran negatif itu berkeliaran di kepala (pikiran) kita dan melampiaskan ke anak kita? Itu yang perlu kita waspadai. Berikut beberapa tips yang barangkali bisa menguatkan para ibu dalam proses menenangkan anak tantrum. Tetap Tenang: Anak cenderung mencerminkan em

Kedisiplinan Dalam Keluarga

Gambar
Sebuah kedisiplinan adalah tanggung jawab setiap manusia. Di dalam keluarga, hal ini bisa dipaparkan dalam keseharian dan saling menjadi contoh. Namun yang terpenting adalah kita sebagai orang tua, perlu belajar bersama anak-anak. Beberapa langkah yang dapat kita lakukan: 1. Contoh yang baik:  Menjadi contoh yang baik bagi anak adalah langkah awal yang penting. Tunjukkan kepada mereka betapa pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari Anda. 2. Aturan yang jelas:  Tetapkan aturan yang jelas tentang waktu belajar, tugas-tugas rumah, dan tanggung jawab lainnya. Jelaskan konsekuensi dari tidak mengikuti aturan tersebut. 3. Motivasi intrinsik:  Bantu anak menemukan alasan mereka sendiri untuk belajar dengan disiplin. Dorong minat mereka dalam subjek yang mereka pelajari dan tunjukkan bagaimana belajar dengan disiplin dapat membantu mereka mencapai tujuan pribadi mereka. 4. Konsistensi:  Penting untuk konsisten dalam menegakkan aturan dan harapan. Ini membantu anak memahami bahwa disipli

Tantangan Komunikasi Keluarga

Gambar
Komunikasi.. Sebuah kata yang tanpa sadar menjadi bagian dalam hidup kita secara menyeluruh dan sepanjang hidup. Sebagai contoh, ketika kita masih bayi, kita otomatis menangis untuk memberikan tanda kebutuhan kita kepada ibu atau ayah kita. Di usia balita, dengan terbata-bata kita mengucapkan suku kata demi suku kata untuk Setiap pasangan yang kemudian memutuskan sebagai suami dan istri pasti mengalami komunikasi. Sebagai pasangan suami istri yang sudah menjelahi naik turun gunung komunikasi selama 17 tahun, aku semakin menyadari bahwa hidup bersama seseorang yang saling mencintai pun sangat perlu komunikasi yang jelas. Komunikasi yang terpilah dengan baik, tidak menyudutkan, tidak menyalahkan, tidak menyakiti. Komunikasi yang bertujuan mengungkapkan pendapat tanpa ingin menang sendiri. Ada kalanya memberikan informasi secara teknis yang terjadi dalam rutinitas keseharian, namun ada kalanya juga bercanda dengan penuh kasih sayang yang romantis untuk menguatkan satu sama lain. Anugerah

Motivasi Berserah Diri

Gambar
Kala itu, Sabtu, 19 Februari 2011. Aku dan suamiku pergi berdua saja saat itu, si kecil tidak kami ajak dengan pertimbangan karena sudah jam 19:00 dan kami perlu bergerak cepat . Jadi kami pun langsung tancap gas naik motor. Cuaca sangat mendung disertai anging dingin. “Semoga ga ujan deres lah” , ucapku dalam hati. Kami tergesa-gesa menyusuri jalan menuju Stasiun Tugu Yogyakarta, dan tiba-tiba….. “Ssssssttt…. Ciiiiittt….!!!” Motor sedikit oleng beberapa saat , ternyata bannya bocor. Kami bergerak pelan ke pinggir jalan dan suamiku memeriksa kondisi ban. “Yah…. harus cari tukang tambal ban, Sayang” , kata suamiku sambil celingukan berharap ada tukang tambal ban yang tampak di sekitar tempat kami berada. Aku pun memicingkan mata , meneliti setiap sudut jalan, mencari dimana tukang tambal ban. Karena tidak juga menemukan tukang tambal ban di sekitar Tugu, kami berjalan sambil mendorong motor ke arah Jalan Mataram. Hujan mulai turun rintik-rintik. A khirnya tampak lapak tambal ban

Menyelami Dunia Kreatif Anak

Gambar
Anindhita, anak kedua kami memiliki karakter yang berkebalikan dengan kakaknya. Tentu hampir setiap keluarga yang memiliki anak lebih dari 1 mengalami hal ini. Bahwa setiap anak itu berbeda. Kreativitas kami sangat dipancing oleh Anin, karena dia sangat aktif dan memiliki mood yang naik turun. Beberapa mode belajar kami coba bersama. Keuntungan yang kami miliki adalah kebebasan dalam mencoba banyak hal karena kami adalah homeschooler. Sejak usia 2 tahun, aku mulai memaparkan banyak hal di depan matanya. Awalnya pasti kegiatan fisik yang dia bisa lakukan dan sekaligus yang bisa bareng sama kakaknya. Ada balet, baby gym, dan baby yoga. Di kesempatan lain dia ikut berkegiatan bersama kami sekeluarga dan belajar adaptasi. Anin sangat suka menari. Dan sejak 2 tahun itu tidak berhenti. Balet masih ditekuni hingga saat ini. Bahkan ketika pindah ke Jogja dari Jakarta, Anin 3.5 tahun itu meminta saya untuk mencarikan dimana tempat belajar balet. Setelah itu, di usia sekitar 7 tahun Anin mulai m

Sebuah Ketenangan Hidup

Gambar
  Tahun 2008 “Ke Surabaya!!??..” , sontak aku terkejut mendengar berita penempatan kerja dari suamiku. Tidak pernah terbayang dalam benakku bahwa kami akan berpisah setelah menikah, apalagi disaat kami tahu bahwa aku mengandung anak pertama kami.  Suamiku saat itu baru tiga bulan bekerja di sebuah perusahaan consumer good terkemuka di Indonesia, setelah berpindah kerja dua kali sebelumnya. Tidak ada tanda-tanda bahwa dalam waktu dekat dia akan dipindahkan ke Surabaya. Tapi sebagai karyawan baru, tentu saja tidak bisa menolak tanggung jawab tersebut walaupun sangat mendadak. Kami tak dapat berbuat banyak, hanya pasrah. Aku sendiri berusaha keras untuk menutupi perasaan takutku ketika melihat suamiku tampak bersemangat menjalani tanggung jawab barunya.  “He wants this?...”, batinku. Kembali terlintas dalam ingatan ketika kami berdebat tentang keinginan dia pindah kerja lagi. Walaupun aku paham dengan keinginan dia untuk menjadi kepala keluarga yang baik yang dapat mencukupi kebutuhan

Dua Guru Kecilku

Gambar
  Dua guru kecilku sudah bertumbuh. Dua guru kehidupan yang mengajarkanku untuk terus semangat menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Tahun 2022 lalu merupakan momen penting di timeline kehidupan mereka. Abimanyu menginjak usia 13tahun dengan cerita barunya menjadi seorang remaja. Tiba juga saatnya dimana Abi mengenal lebih banyak lagi sifat orang yang lebih nyata dialaminya secara langsung. Di masa ini, mulai muncul rasa baru yang menjadi bahan diskusi bersama aku dan papanya. Bersamaan dengan paparan dunia digital yang menjadi sumber belajar Abi sekaligus menjadi sumber pergolakan hormonnya. Anindhita menginjak usia 7tahun dengan keseruannya menjadi seorang gadis kecil. Dia mulai menyadari bahwa semakin banyak hal yang dia bisa lakukan secara mandiri. Anin mulai merasakan berbagai macam emosi dan gelombangnya yang menjadi tantangan besarnya. Semakin bisa diajak bekerja sama dan memahami situasi terutama yang mendadak berubah dan memerlukan gerak cepat untuk berganti aca