Homeschooling ala kami

Setelah 10 tahun menjalani homeschooling, aku makin yakin bahwa pendidikan adalah tanggung jawab setiap keluarga. Karena pasti di setiap keluarga memiliki nilai hidup yang akan dibagikan kepada anak-anaknya. 

Proses homeschooling adalah proses belajar bersama, tidak hanya anak melainkan orang tua. Dan justru orang tua yang musti banyak belajar menurutku. 


Sebuah kata yang sangat cocok diterapkan dalam proses belajar keluarga kami, yaitu ease (nyaman). Tidak hanya arti kata ease, namun ternyata bisa terkulik lagi menjadi empat kata yang lebih nyata dalam mempresentasikan homeschooling ala keluarga kami. EASE kami jabarkan lagi sebagai Eagerness - Attitude - Sincerity - Empathy. Dan melihat perjalanan kami, EASE adalah kata yang "kami banget".


Proses belajar yang kami jalani kira-kira seperti ini:

EAGERNESSS
Memancing anak mencari tahu sendiri apa yang dihadapi atau yang harus dilakukan
Terbuka dengan diskusi segala hal tanpa memberikan batasan atau label
Memberikan contoh nyata sehari-hari untuk terus belajar apapun

ATTITUDE
Mengajak anak berinteraksi secara langsung dengan siapa saja dimana saja kapan saja
Memberikan arahan saat diperlukan, baik di tempat maupun saat sudah di rumah
Memberikan contoh sikap baik sebagai manusia dewasa dalam berinteraksi

SINCERITY
Memaparkan 3K (Komitmen, Konsisten, Konsekuensi)
Mengajak anak melihat film terkait kesungguhan hati
Memberikan contoh dalam keseharian terkait 3K di atas

EMPATHY
Mengajak anak berinteraksi secara langsung dalam berbagai momen
Mengajak anak melihat peristiwa di sekitarnya dan terbuka untuk diskusi
Memberikan contoh bagaimana berempati kepada saudara dan teman-teman


Seluruh pengalaman keseharian menjadi tempat belajar kami bersama. 
Kami sangat yakin bahwa ketika anak-anak ini tahu apa yang dicintainya, dengan sendirinya mereka akan belajar hingga menjadi ahli. Sama dengan kita sebenarnya, betul kan? hehehe...  Hanya saja kita masih terlalu penuh dengan pikiran yang kadang menghambat kekuatan kita untuk bertumbuh.
 
Percaya bahwa anak-anak memiliki misi dan kekuatannya sendiri.
Jalan mereka akan lancar saat kita membukakan jalan bagi mereka dan mengalahkan diri (ego) kita sendiri untuk lebih terbuka.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOK: Day by Day with My Son

Motivasi Berserah Diri

Dua Guru Kecilku